Browsed by
Kategori: Tak Berkategori

“Behind The Show Derana”, Sebuah Dialog Bunyi Yang Keras Kepala

“Behind The Show Derana”, Sebuah Dialog Bunyi Yang Keras Kepala

Sumasno Hadi Setelah melalui pembatalan dan pengunduran jadwal pertunjukan musik daring yang cukup dramatis, akhirnya enam komposisi musik karya Novyandi Saputra yang dikemas secara filmis pun tayang pada 21 Juli 2021. Saya menyimak tayangan premiere-nya di kanal Youtube NSAPM_ tadi malam sejak pukul 20.30 hingga 21.40 WITA. Secara teknis, penayangan karya Novi (biasa saya memanggilnya) berjudul “Behind The Show Derana” yang didukung oleh NSA Project Movement dan Bias Studio, seluruhnya berjalan cukup lancar dan sukses. Selamat buat Novi dan timnya!…

Read More Read More

Filsafat Nusantara, Estetika Banjar, dan Pemajuan Kebudayaan Nasional

Filsafat Nusantara, Estetika Banjar, dan Pemajuan Kebudayaan Nasional

Peran Filsafat bagi Ilmu dan Kebudayaan Sebagai induk ilmu (ilmu-pengetahuan), mother of science, filsafat tetap akan menjadi “kampung halaman” bagi segenap cabang ilmu yang terus tumbuh dan berkembang. Dewasa ini, ketika capaian produk keilmuan sudah sedemikian menjulang tinggi ke langit peradaban manusia modern, pada kondisi itulah muncul problematika kompleks yang menyertainya. Di situ, sebagaian besar masalah yang muncul adalah persoalan etis, yakni soal hubungan ilmu dengan moralitas nilai-nilai kemanusiaan. Problem etika sosial-politik, etika lingkungan dan etika teknologi, merupakan tiga pokok…

Read More Read More

Sublimitas di Masa Wabah

Sublimitas di Masa Wabah

HARI-HARI ini kita umat manusia seperti kembali terdampar di daratan asalinya, ketidakberdayaan diri. Dari satu sudut negeri Tiongkok sana, Wuhan, kita masyarakat dunia secara serentak telah dibikin tiarap oleh wabah yang mengerikan. Corona Covid 19. Semua material harta jadi semacam tiada guna, saat ratusan-ribuan nyawa melayang di berbagai negara perkasa. Keangkuhan peradaban modern yang kerap kita pamerkan selama ini pun seolah-olah gagap di hadapan pembunuhan senyap ini. Sains, teknologi, dan budaya moralitas, sebagai capaian peradaban kita pun seperti ditelanjangi. Korban…

Read More Read More

Paradoks dalam Manuskrip

Paradoks dalam Manuskrip

Buku puisi Paradoks (2017) karya penyair Bambang Widiatmoko ini berisi 62 judul sajak atau puisi. Kalau saya tidak salah hitung. Saya sudah membacanya dua kali. Pertama saya baca dengan tempo cepat, lalu yang kedua saya lakukan secara lambat dan serius. Dan berikut adalah hasil pembacaan saya. Sang penyair di buku telah “menandai” banyak hal, lewat sajak-sajaknya. Penandaan yang saya maksud adalah ketika penyair menemukan bahan isi puisinya. Di buku ini, bahan yang yang diolah adalah soal religiositas, kesejarahan, tentang perempuan…

Read More Read More

Mandi Bungas dan Enam Perempuan yang Ngeblues

Mandi Bungas dan Enam Perempuan yang Ngeblues

Kalau kita sedang dan telah membaca suatu teks, terlebih Sastra, maka hampir takmungkin kita mengelak untuk diburu imaji, disergap makna. Setelah membaca Mandi Bungas, dengan mengamini Seno Gumira Ajidarma dalam Pengantarnya, saya melihat buku ini jelas-jelas dikonstruk oleh wacana politik gender, dengan rajutan ragam makna-imaji yang bagi saya, sangat biru, bersuara blues. Tentu, daya tarik buku ini, pertama-tama adalah karena keenam penulisnya perempuan. Masing-masing menawarkan dua judul cerpen. Adil sekali. Di situ, bunyi-bunyian khas blues itu akan kita temui pada…

Read More Read More

Memuisikan Klungkung

Memuisikan Klungkung

Di 21 November (2016) yang lalu, Bang Asa (Ali Syamsudin Arsi) menghubungi saya via fesbuk. Ia minta saya membicarakan buku puisi Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta di Kindai Sastra. Oleh karena suka menikmati puisi, suka pula membicarakannya, maka saya iyakan permintaan itu. Tapi karena aslinya saya ini tak suka ngomong, maka dengan tulisan pendek ini saya harap bisa melengkapi omongan saya. Soal buku puisi Klungkung ini, yang pertama kali akan saya tawarkan untuk dibicarakan adalah mengenai tematiknya. Yakni soal Klungkung…

Read More Read More