Di Balik Layar Sistem Informasi UNLAM

Kurang lebih setahun lalu, semuanya terasa berat dan gelap. Aplikasi Sistem Informasi yang dimiliki mulai tertinggal dan rontok satu per satu. Yang terlintas di pikiran adalah Unlam harus mengembangkan aplikasinya secara mandiri.

Sekarang, aplikasi yang dimiliki sudah mutakhir dan relatif lengkap. Mau bukti? sila cek simari. Kondisi diri sudah sangat berbeda, terasa ringan dan cerah.

Ucapan terimakasih tidak terhingga untuk para “pendekar” di balik layar. Mereka rela bekerja dari pagi hingga larut malam. Berdiskusi intensif sewaktu bertemu muka ataupun via pesan instan.

Saya bahas satu-satu.

1. Eka Setya Wijaya, M.Kom
Beliau adalah Kasubag TU UPT PTIK Unlam. Di balik pembawaan yang datar, tersimpan daya ledak dalam kata-kata yang terlontar. Kenal sejak awal bekerja di Unlam, satu angkatan CPNS, satu tahun lahir dan ternyata satu kota saat kuliah.

2. Arif Mirathan, SP.
Yes, lulusan pertanian tapi jago masalah jaringan dan linux dengan segala konfigurasinya. Pak Arif adalah contoh, bahwa dengan ketekunan, siapapun bisa sukses di dunia komputer. Beliau ditugaskan menangani server-server kritikal Unlam dan sebagai admin jaringan komputer untuk kampus Unlam Banjarbaru

3. Fadloe Robby, A.Md
Selain pak Arif, admin jaringan PTIK adalah Fadloe. Bertugas di Banjarmasin. Penggemar lulusan salah satu SMK di Banjarbaru. Multi talenta, bisa menangani wanita, jaringan komputer sampai kontrak pengadaan.

4. Untung Simpati Bimantara, S.Kom
Dulunya mahasiswa Ilmu Komputer angkt 2010. Alumni pertama yang bekerja di PTIK. Karena tuntutan pekerjaan, sekarang lebih sering menangani komplain ibu-ibu. Orangnya mungil, nyalinya besar. Sering terlihat di beberapa pergerakan terkait ukhrawi.

5. Rudy Herteno, S.Kom, M.Kom
Dulunya mahasiswa ilkom angkt 2007. Baru saja menyelesaikan studi magister komputer. Orang yang paling lama kerja proyek bareng, tepatnya sejak kuliahnya masih semester 6. Yang terbaik di angkatannya untuk urusan Pemrograman. Menggunakan skill komputernya untuk memikat wanita, meskipun gagal.

6.Muhammad Zaien, S.Kom
Dulunya mahasiswa Ilmu Komputer angkt 2011. Cowok pendiam, berbunyi hanya pada saat makan. Menguasai beberapa bahasa pemrograman. Kecemerlangan Jen, begitu saya memanggilnya, terdeteksi pada saat presentasi tugas Pemrograman Web. Moral of the story, kerjakan tugasmu sebaik-baiknya.

7. Hamdan Asnawi
Sampai tulisan ini diunggah, statusnya masih menunggu wisuda. Rekan seangkatan Jen. Basisdata adalah fokus pekerjaannya di kantor. Mentalnya sudah teruji sebagai mahasiswa yang paling sering saya marahi. Tapi hebatnya, berbeda dengan kebanyakan mhs lain, anak ini ga kapok berinteraksi dengan saya.

8. Handoko
Masih tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komputer angkt 2011. Aurat, eh auranya selalu menjadi magnet bagi kaum hawa. Meskipun, kisahnya tak selalu berjalan mulus. Siap menembus pekatnya malam dan lebatnya hujan jika ada masalah terkait jaringan, hardware dan kelistrikan di NOC Banjarbaru.

9. Rif’at Ahdi Ramadhani, S.Kom
Dulunya mahasiswa Ilmu Komputer angkt 2012. Yang pertama lulus diantara teman seangkatannya. Kemampuan kodingnya di atas rata-rata. Hanya makan daging tanpa lemak. Punya kisah cinta yang menarik untuk difilmkan, apalagi kalau setting-nya di kota Bandung.

10. Dheny Soesanto
Rekan seangkatan Rif’at. Bedanya, dia masih mahasiswa. Cowok kalem penyuka musik cadas, semacam Metallica sampai Rhoma Irama. Desainer UI/UX yang sibuk dengan beberapa bisnis online. Selain itu, waktunya juga dihabiskan untuk mengurus (yang punya) produk kecantikan.

11. Yusyffa Nuritta, S.Kom
Dulunya mahasiswa Ilmu Komputer angkt 2011. Sayangnya, sekarang sudah tidak bergabung lagi di PTIK. Punya pipi melebihi ambang batas normal. Kalau kuliah, gagang kacamata dicangklong di luar hijabnya. SIPEG Unlam adalah salah satu hasil kerjanya, selain nangis ga jelas hanya gara-gara nonton sese-Oppa.

12. Reina Alya Rahma
Masih mahasiswa Ilmu Komputer angkt 2015. Punya bermacam keahlian, dari penjaga keamanan sampai model dadakan. Prestasinya banyak, contohnya “Best Catwalk” (yang terbaik dalam menirukan jalannya kucing). Punya banyak Story dengan Hamdan (di Instagram). Fans-nya bejibun. Saya respek dengan caranya merespon becandaan senior-senior di PTIK.

Masih banyak hal yang belum dicapai, namun sungguh suatu kehormatan dan keistimewaan untuk saya bisa bekerjasama dan bekerjapaksa dengan mereka, pribadi-pribadi luar biasa yang mengajarkan banyak hal baru. Terimakasih atas setahun yang luar biasa.

Tabik,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux