Landasan Sosiologis Kurikulum

Sosiolologi mempunyai empat peranan yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum yaitu;
1. proses penyesuaian nilai-nilai dalam masyarakat,
2. penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat,
3. penyediaan proses sosial,
4. memahami keunikan individu, masyarakat dan daerah
Masyarakat sebagai sistem dan subsistem dapat mempengaruhi proses pendidikan dengan mempertimbangkan:
1. Subsistem keperccayaan.
2. subsistem nilai/norma.
3. Subsistem kebutuhan.
4. Subsistem permintaan/tuntutan

Kehidupan masyarakat dan kebudayaannya juga turut ditentukan oleh lingkungan alam dan geografis dimana mereka berada. Masing-masing memiliki karakateristik yang berbeda seperti masyarakat di wilayah tropis, sub tropis, pesisir, pegunugan dll. Lingkungan fisik ini berpengaruh pada pola hidup, pola pikir, cara bekerja, cara mempertahankan diri, cara bermasyarakat bahkan sampai kepada adat-istiadat dan kepercayaan yang mereka anut. Pengaruh lain yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat adalah tingkat kemajuan yang mereka capai dalam berbagai bidang misalnya ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi dll.
Salah satu ciri masyarakat adalah selalu berkembang, meskipun terdapat perbedaan tingkat perkembangan ada yang cepat dan adapula yang lambat. Hal ini dikarenakan pengaruh perkembangan teknologi, terutama teknologi industri, transportasi, informasi, komunikasi, telekomunikasi dan elektronika. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan-perubahan dalam semua aspek kehidupan sosial-budaya, ekonomi, politik, ideologi, nilai-nilai etik dan estetik. Perubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat, mempengaruhi pengetahuan, kecapakapan, sikap, aspirasi, minat, semangat, kebiasaan bahkan pola hidup. Hal ini memunculkan mobilitas sosial yang tinggi sehingga terbuka kesempatan interaksi yang lebih luas.
Selain berbagai perubahan yang terjadi, pada dasarnya masyarakat merupakan kesatuan sistem sosial yang sangat beragam dari sisi nilai, norma, adat istiadat, kebiasaan, latar belakang dll. Hal inilah yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan sebuah kurikulum, termasuk perubahan tatanan masyarakat akibat perkembangan IPTEK. Ada beberapa faktor yang memberikan pengaruh terhadap pengembangan kurikulum dalam masyarakat, antara lain ;
1. Kebutuhan masyarakat
Kebutuhan masyarakat tak pernah tak terbatas dan beraneka ragam. Oleh karena itu lembaga pendidikan berusaha menyiapkan tenaga-tenaga terdidik yang terampil yang dapat dijadikan sebagai penggali kebutuhan masyarakat.
2. Perubahan dan perkembangan masyarakat
Masayarakat adalah suatu lembaga yang hidup, selalu berkembang dan berubah. Perubahan dan perkembangan nilai yang ada dalam masyarakat sering menimbulkan konflik antar generasi. Dengan diadakannya pendidikan diharapkan konflik yang terjadi antar generasi dapat teratasi.
3. Tri pusat pendidikan
Yang dimaksud dengan tri pusat pendidikan adalah bahwa pusat pendidikan dapat bertempat di rumah, sekolah , dan di masyarakat. Selain itu mass media, lembaga pendidikan agama, serta lingkungan fisik juga dapat berperan sebagai pusat pendidikan.

Selain faktor-faktor tersebut diatas, masyarakat juga memiliki kekuatan sosial yang mempengaruhi kurikulum yaitu;
1. Kekuatan sosial yang resmi : pemerintah pusat, pemda, pem pendidikan setempat.
2. Kekuatan sosial setempat : yayasan, adat, media massa, perguruan tinggi.
3. Organisasi profesional : dokter, ahli hukum, PGRI.
4. Kelompok/organisasi berdasar kepentingan tertentu : kelompok ekonomi, kelompok kemerdekaan.

Ruang Lingkup Pengembangan Kurikulum Dalam Masyarakat
Lingkungan atau dunia sekitar manusia pada dasarnya terdiri dari tiga bagian besar, yaitu :
1. Dunia alam kodrat
Dunia alam kodrat merupakan segala sesuatu di luar diri kita yang berpengaruh sangat kuat dalam kehidupan kita, misalnya : penampakan alam (gunung,laut,dll).
2. Dunia sekitar benda-benda buatan manusia
Dunia sekitar benda-benda buatan manusia merupakan benda-benda yang diciptakan manusia sebagai alat pemuas kubutuhannya.
3. Dunia sekitar manusia
Dunia sekitar manusia merupakan dunia yang paling kompleks, sebab selalu berubah dan dinamis. Interaksi antar individu berjalan sangat aktif.

Implikasi sosial budaya dalam penyusunan Kurikulum :
1. Kurikulum harus disusun berdasarkan kondisi sosial budaya masyarakat.
2. Kondisi sosial budaya senantiasa berubah dan berkembang.
3. Kurikulum harus disusun dan mengandung materi sosial budaya dalam masyarakat.
4. Program kurikulum disusun berdasar kebudayaan nasional berlandaskan pancasila.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux